Rabu, 24 Maret 2010

What do you think about "Talk Less and Listen More"?

TALK LESS AND LISTEN MORE

"You realise when you listen more and talk less that people would much rather talk more and listen less."

Katanya alasan Tuhan menciptakan manusia dengan dua telinga dan satu mulut adalah supaya manusia mendengar dua kali lebih banyak dibandingkan berbicara. Nyatanya begitu banyak manusia lebih banyak bicara dibandingkan dengan mendengar.

Mendengar lebih dari sekedar menunggu giliran berbicara dengan sopan. Lebih dari mendengar kata-kata. Mendengar sungguh-sungguh berarti menerima dan mencerna informasi seperti ketika kata-kata itu diucapkan - ingin mengerti apa yang sesungguhnya dimaksud orang lain.

Tidak benar bila secara umum mendengar diartikan sebagai bagian yang pasif dalam berkomunikasi. Pendengaran yang lebih peka dapat mendekatkan kita pada orang lain, aktif memperhatikan apa yang dikatakannya dan apa yang ingin dikatakannya.

Mendengar bukanlah pilihan yang kita ambil dengan sukacita. Kebanyakan orang lebih suka berbicara. Kita senang mengungkap gagasan-gagasan kita. Kita merasa lebih enak memperkenalkan posisi, menonjolkan pendapat dan perasaan kita. Sebenarnya, kebanyakan orang tidak ingin mendengar seperti halnya keinginan mereka berbicara dan didengarkan. Karena itulah kita lebih concern pada kata-kata yang akan kita ucapkan daripada memberi perhatian penuh pada apa yang diutarakan orang lain. Selain itu, kita sering menyaring kata-kata orang lain berdasarkan pendapat dan kebutuhan kita sendiri.

Seringkali dalam suatu perdebatan yang tidak sehat, atau yang biasa disebut dengan pertengkaran sengit, kedua pihak hanya mau mengutarakan pendapatnya tanpa mau mendengar pendapat yang lain. Kedua pihak hanya mau dimengerti tanpa mau berusaha mengerti. Kedua pihak merasa paling benar dan paling berhak untuk berbicara. Kedua pihak tidak mau mendengar dan tidak peduli dengan apapun yang dibicarakan si lawannya tersebut.

Beginilah kondisinya kalau kedua pihak mengeraskan hatinya. Tidak mau dikritik. Tidak mau dinasehati. Tidak mau menghargai opini orang lain. Tidak mau mengalah. Egois.
Seandainya salah satu pihak memilih untuk berdiam dan mau mendengar, maka pasti akan ada jalan keluar. Seandainya salah satu pihak memilih untuk tetap berkepala dingin dan mau mendengar, maka pasti akan tercipta kedamaian.
Seandainya…
Ada yang mau…
Mendengarkan…

Bukan karena bibir hanya satu. Telinga ada dua. Atau indra lainnya yang kita miliki. Karena pada dasarnya, bibir bisa salah. Telinga bisa salah. Semua indra kita bisa melakukan kesalahan, oleh sebab itu Tuhan menciptakan satu “hati”. Supaya hati yang punya kuasa besar itu tidak saling berdebat.

“If you have good sense, you will listen and obey; if all you do is talk, you will destroy yourself.” Proverbs 10:8

‘you only learn when you are speaking.’ If you want to convince someone of something, you need them to learn – ergo, you need to let them speak. Tim Connors

Remember: The simple key to working well with others is to listen more and talk less

Two ears and one mouth…

Sumber : Gita Adriani Putri

0 komentar:

Posting Komentar